5.MULTITASKING
“Mengerjakan dua hal
sekaligus sam dengan
tidak mengerjakan
Satupun”
-Publilius Syrus
Nah sudah tahu bukan gambaran dari quots tersebut, mengapa kita harus mengerjakan dua hal di waktu yang sama, kalau mengerjakan yang paling penting adalah yang paling penting ?
Pada musim panas 2009, clifford, Nass, seorang guru besar di Stanford University, bercerita kepada New York Times. Ia memutuskan untuk melakukan penelitian bersama tim nya dan membagikan daftar pertanyaan kepada 262 mahasiswa untuk mengetahui berapa sering mereka melakukan multitasking, dan hasil dari penelitiannya adalah nilai mereka renda ketika diukur dengan cara apapun.
Maka dari itu Multitasking itu sebenarnya adalah sebuah kebohongan, karena hampir semua orang berpikir bahwa multitasking adalah cara kerja yang efektif, dan menjadi sering digunakan oleh kebanyakan orang, tetapi faktanya akan mengantarkan Anda kepada kegagalan. Karena ketika Anda mengerjakan dua hal sekali gus Anda pasti tidak dapat mengerjakan keduanya dengan hasil yang baik, atau bisa disebut Anda sepeti tidak mengerjakan apa-apa.
PIKIRAN KERA
Konsep tentang orang yang mengerjakan dua hal dalam waktu yang bersamaan atau yang disebut multitasking, telah dikaji oleh psikolog sejak 1920-an, tetapi istilah daripada “ multitasking” tidak muncul ke permukaan sampai 1960-an, tetapi istilah itu digunakan untuk komputer bukan untuk manusia. Karena komputer bisa bolak-balik mengalihkan perhatian pada tiap tugas secara bergantian sampai semua tugas itu tuntas. Walaupun orang juga sebenarnya melakukan multitasking didalam kehidupan mereka,seperti jalan sambil mengobrol, mengunyah permen karet sambil mempaca novel, tetapi hal yang tidak mampu kita kerjakan adalah berfokus pada dua hal sekaligus. Masalahnya bukan karena waktu kita terlalu sedikit untuk mengerjakan semua hal itu , melainkan karena kita merasa perlu mengerjakan banyak hal dalam waktu yang kita miliki, maka dari itu kita melipatgandakan pekerjaan kita untuk menuntaskannya.
SULAP BOLA CUMAN SEBUAH ILUSI
Asal kalian ingat teman-teman sulap bola yang dilakukan oleh badut-badut bukanlah sebuah multitasking, keterampilan seperti ini hanya ilusi mata saja, seolah-olah melemparkan dua buah bola sekaligus. Dalam kenyataannya bola-bola itu ditangkap secara terpisah, dan berurutan dengan kecepatan yang tinggi. Inilah yang disebut peralihan tugas. Ketika Anda beralih dari satu tugas ke tugas yang lain, disengaja atau tidak , ada dua hal yang akan terjadi. Yang pertama terjadi hampir dalam seketika: Anda memutuskan untuk beralih. Yang kedua tidak begitu dapat diperkirakan : Anda harus mengaktifkan aturan-aturan tentang apapun yang Anda kerjakan.
Peralihan Antara dua kegiatan sangat sulit bagi kita, misalkan kita sedang mengerjakan spreadsheet, dan tiba tiba datang teman Anda yang ingin membahas masalah tentang bisnis kepada Anda, maka akan mustahil bolak-balik dari spreadsheet ke masalah bisnis dengan cepat. Maka dari itu kita akan rugi.
SALURAN SALURAN OTAK
Otak kita memiliki saluran-saluran, maka kita mampu mengolah jenis-jenis data yang berbeda di bagian-bagian berbeda di otak kita, maka dari itu kita dapat berjalan sambil mengobrol. Tetapi ada kelemahan nya : Anda tidak sungguh fokus kepada kedua kegiatan tadi. Yang satu terjadi di latar depan, yang lain dilatar belakang. Misalkan ketika kita menyebrangi sebuah jurang dengan jembatan bertali pasti kita akan berhenti untuk berbicara, karena kita tidak bisa fokus kepada dua hal tersebut.
Berikut ini daftar singkat bagaimana multitasking menjegel kita :
1. Kemampuan otak untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus memang besar.
2. Makin lama Anda beralih ke sebuah tugas lain, makin kecil kemungkinan Anda untuk kembali ketugas sebelumnya.
3. Ketika berpindah-pindah dari kegiatan satu ke kegiatan lain, maka Anda akan kehilangan waktu ketika Anda harus mengorientasikan kembali otak Anda ke tugas yang baru.
4. Para pelaku multitasking kronis mengembangkan perasaan yang keliru tentang berapa lama suatu pekerjaan dapat diselesaikan.
5. Para pelaku multitasking membuat kesalahan lebih banyak dibandingkan yang tidak melakukannya.
6. Para pelaku multitasking mengalami stress lebih banyak dengan akibat usia lebih pendek karena direnggutnya kebahagiaan.
Dan ingat satu hal teman teman, multitasking memperlambat kita dan menjadikan kita orang yang kurang berprestasi.
DRIVEN TO DISTRACTION
Dalam tahun 2009, reporter New York Times Matt Richel, ia menemukan bahwa tidak berfokus pada saat mengemudi bertanggung jawab atas 16 persen kecelakaan fatal dan hampir setengah juta korban cedera dalam setahun. Bahkan ketika Anda bertelepon dan hanya cuman mendengarkan saja, itu sama hal nya Anda mengemudi dalam kondisi mabuk.
Kita tahu bahwa multitasking bisa berakibat fatal ketika nyawa jadi taruhannya. Berpikirlah dengan cara ini. Kalau kita sungguh hampir kehilangan sepertiga jam kerja kita dalam sehari, karena hal-hal yang mengalihkan perhatian, berapakah total kerugian yang akan kita dapat selama karir kita?. kita akan beresiko kehilangan karir atau bisnis kita, atau bahkan yang lebih buruknya Anda juga akan menyebabkan orang lain kehilangan karirnya.
Ketika kita memberikan perhatian yang hanya sebagian, menduakan mereka dengan kesibukan yang lain, maka akibat dari berpindah-pindah itu lebih tinggi daripada sekadar waktu kita yang telah terbuang.
kalau ada pertanyaan dan masukan serta tanggapan dari teman teman silahkan komen di bawah ya

Komentar
Posting Komentar