18 TIM



Selamat datang kembali di blog pribadi saya. Seperti biasa saya akan berbagi ilmu nih. Selamat membaca

Julia rozovsky berusia dua puluh lima tahun dan tidak tahu harus melakukan apa didalam hidupnya. Dia adalah S1 Tufts dibidang matematika dan ekonomi yang pernah bekerja di perusahaan konsultasi, yang baginya tidak memuaskan. Mungkin pikirnya, dia cocok bekerja di perusahaan besar. Atau seorang akademisi. Atau mungkin dia harus bergabung dengan perusahaan rintisan teknologi. Semuanya sangat membingungkan baginya. Akhirnya dia mengambil pilihan dan mendaftar ke sejumlah sekolah bisnis, dan diterima di Yale School of Management untuk tahun ajaran 2010. dia pun mulai mencari teman dan dia dimasukkan ke grup belajar, dan iapun berpikir bahwa kelompok tersebut adalah bagian penting pendidikannya. Kelompok belajar ibaratkan ritus pendewasaan bagi kebanyakan program MBA, cara bagi para mahasiswa untuk berlatih bekerja dalam tim. Kelompok-kelompok belajar disusun secara hati-hati untuk menyatukan mahasiswa-mahasiswa dengan beraneka latar belakang, baik dari segi profesi maupun budaya. Setiap setelah selesai makan malam julia dan keempat anggota lain kelompok belajarnya akan bekumpul untuk membahas pekerjaan rumah dan membandingkan lembar kerja , menyusun strategi ujian yang akan datang dan bertukar catatan kuliah.
Pada aslinya kelompok tersebut tidak sangat beraneka ragam Dua diantara mereka tadinya konsultan manajemen, seperti julia dan yang satu lagi pernah bekerja di perusahaan rintisan. Mereka semua sangat cerdas, dan mempunya sikap rasa ingin tahu, dan terbuka.
Julia pun berharap kemiripan-kemiripan itu akan membuatpertemanan yang baik diantara mereka. Tetapi nyatanya nyaris sedari awal kelompok belajar itu terasa bagaikan siksaan stres harian. Karena semua orang ingin menunjukkan bahwa dirinya merupakan pemimpin, dan terjadi perebutan tanggu jawab kepada tugas yang diberikan oleh dosen. Wow serakah sekali ya tim tersebut. Maka akhirnya julia mencari kelompok-kelompok lain yang mau menerimanya, cara-cara untuk berteman dengan rekan-rekan sekelasnya.
Juliapun akhirnya bergabung dalam tim kompetisi kasus dimana para mahasiswa sekolah bisnis mengajukan solusi-solusi inovatif bagi masalah-masalah bisnis sungguhan. Julia bergabung dengan tim yang mencakup seorang mantan perwira angkatan darat US, seorang penelitih wadah pemikir, direktur kepala nirlaba pendidikan kesehatan, dan seorang manajer program pengungsian.


jika ada yang ingin ditanyakan atau yang ingin memberukan masukan silahkan komen dibawah ya.      


Komentar

Postingan populer dari blog ini

12. 20 TIP TENTANG TIM YANG DAPAT BERFUNGSI